ANEH!!!! Tersangka KPK Menang Mutlak dalam Pemilihan Kepala Daerah di Tulungagung



Hasil pemungutan suara sementara yang masuk ke Komisi Pemilihan Umum Tulungagung, pasangan Syahri Mulyo – Maryoto Bhirowo meraih perolehan 60,1 persen. Sedangkan rivalnya pasangan Margiono – Eko Prisdianto hanya mengumpulkan 39,9 persen suara. “Alhamdulillah, ini sesuai target kami,” kata Heru Santoso, bendahara tim pemenangan PDI Perjuangan kepada Tempo, Rabu 27 Juni 2018.

Kemenangan ini, menurut Heru, menjadi bukti pengakuan warga Tulungagung atas prestasi dan kinerja Syahri Mulyo selama menjabat Bupati Tulungagung periode 2013 – 2018. Warga meyakini jika penahanan Syahri Mulyo oleh komisi anti rasuah beberapa hari menjelang pemungutan suara kemarin sebagai konspirasi politik. Sehingga penahanan Syahri sama sekali tak mengubah penilaian masyarakat untuk tetap memilih.

Selain itu, kata dia, kepemimpinan Syahri Mulyo selama ini juga terbukti banyak membawa perubahan di Tulungagung. Hal itulah yang membuat masyarakat tetap mempercayakan kepemimpinan kepada Maryoto Bhirowo, wakil bupati yang mendampingi Syahri Mulyo selama ini. “Syahri sudah memberi banyak bukti, ini yang dipercaya masyarakat,” katanya.

Saat ini PDI Perjuangan masih belum menentukan langkah terkait status Syahri Mulyo dalam penetapan dan pelantikan mendatang. Tim pemenangan masih fokus mengawal penghitungan suara hingga penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum mendatang.

Sementara itu hingga berita ini ditulis, juru bicara tim pemenangan pasangan Margiono – Eko Prisdianto belum berhasil dikonfirmasi. Pasangan ini didukung oleh Partai Kebangkitan Bangsa, Demokrat, Gerindra, Golkar, Hanura, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Bulan Bintang.

Sedangkan pasangan inkumben Syahri Mulyo – Maryoto Bhirowo diusung oleh PDI Perjuangan, Nasional Demokrat, Perindo, dan PSI.
Sumber Tempo 27 Juni 2018



Sebagai masyarakat awam cukup aneh melihat fenomena yang mungkin baru terjai di Indonesia. Namun hal ini tidak membuat opini bahwa masyarakat Indonesia khususnya Tulungaung kurang cerdas dalam memilih seorang untuk dijadikan pemimpin. Mereka mungkin beranggapan bahwa pembangunan atau kemajuan yang ada di Tulungagung jauh lebih banyak daripada kasus korupsi atau suap yang menjerat kepala daerah tersebut. 

Comments

Popular posts from this blog

Terjadi lagi : Kapal di Perairan Jember Tenggelam Dihantam Ombak

Dua Pekan Lagi, Freeport Resmi Jatuh ke Tangan Indonesia

Fenomena Alam, Yang Tinggal Di Pulau Jawa Diminta Waspada !