Anak Buah SBY sebut Jokowi Lakukan 'Pembunuhan' terhadap Parpol


Partai Demokrat merasa kecewa karena ada aturan yang mengharuskan untuk mencalonkan presiden harus 20 persen suara parlemen. Hal inilah yang dianggap sebagai upaya pembunuhan terhadap partai politik.

Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik mengatakan, aturan ini bukan saja direncanakan tapi pembunuhan bersama demokrasi.

"Ada usaha melakukan seleksi sedemikian rupa dan menyingkirkan calon penantang Pak Jokowi di 2019. Dengan PT 20 persen yang ditetapkan, jadi masing-masing harus berkompromikan diri," kata Rachland saat acara diskusi 'Smart FM' di Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Santa Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7/2018).

Rachland melanjutkan, karena partai yang tak bisa mengusung kadernya sendiri, akan ditinggalkan.

"Nanti di 2024, partai yang kalah di 2019 akan semakin hilang. Ini pembunuhan berencana terhadap Demokrat sehingga partai kesulitan menentukan siapa yang dipilih," sesal Raachland.

Oleh sebab itu, bisa saja politik uang akan terjadi.

"Kemungkinan uang itu akan menjadi tools untuk menentukan koalisi. Mengejutkan sebuah pemerintahan yang menjauhi politik uang justru menjadikan uang sebagai ranah politik. Presiden Jokowi melakukan hal itu karena bisa saja takut kalah," tutup Rachland yang mengenakan kemeja biru muda ini.

Baca sumber

Comments

Popular posts from this blog

Terjadi lagi : Kapal di Perairan Jember Tenggelam Dihantam Ombak

Dua Pekan Lagi, Freeport Resmi Jatuh ke Tangan Indonesia

Fenomena Alam, Yang Tinggal Di Pulau Jawa Diminta Waspada !